Materi 9 – Deduksi

Sep 25, 2012

Materi 9 ESA160 Filsafat Ilmu dan Logika

Oleh : Dr. Aminuddin, dkk

Bahan presentasi dapat didownload di sini : ESA160 – 09 – deduksi

Bahan bacaan :

  1. Deduiksi adalah penalaran yang menggunakan proposisi universal. Penalaran yang mempunyai premis berupa proposisi universal atau cara berpikir yang dilakukan untuk menarik kesimpulan umum menjadi kesimpulan yang bersifat khusus
  2.  Silogisme adalah proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan. Proposisi pertama disebut premis, proposisi kedua disebut premis juga dan proposisi ketiga disebut konklusi
  3. Silogisme kategorik adalah bentuk formal silogisme terdiri dari proposisi kategorik.
  4.  Silogisme Aristoteles :  Proposisi kategorik yang membentuk silogisme kategorik berpola S-P (Subyek–Predikat). Term S dan P adalah kata benda dan bersifat substantif. S dan P dihubungkan pengait yang disebut kopula. Kopula berbentuk “itu” “adalah” “yaitu” “ialah” dan sebagainya
  5.  Prinsip silogisme : (1)   Prinsip persamaan : dua hal adalah sama, jika hal pertama dan hal kedua sama dengan hal ketiga atau  S = M = P,  jadi  S = P.  Burung (S) adalah unggas (M), setiap unggas (M) mempunyai sayap (P), jadi burung (S) mempunyai sayap (= P) ; (2)  Prinsip perbedaan :  dua hal adalah berbeda, jika hal pertama sama dengan hal ketiga, namun hal kedua tidak sama dengan hal ketiga atau  S = M # P ð Anom (S) adalah manusia, semua manusia (M) adalah bukan mesin (# P), jadi Anom (S) adalah bukan mesin (# P) ; (3)  Prinsip distribusi : apa yang berlaku untuk kelas, maka berlaku pula untuk masing-masing anggota kelas. Semua burung mempunyai sayap, kutilang adalah burung, jadi kutilang  mempunyai sayap.  Sayap berlaku bagi burung, maka berlaku pula bagi kutilang karena kutilang adalah burung ; (4)  Prinsip distribusi negatif : apa yang diingkari untuk suatu kelas, juga diingkari untuk masing-masing anggota kelas. Semua hewan tidak mempunyai dedaunan, kucing adalah hewan, jadi kucing tidak mempunyai dedaunan
  6.  Hukum silogisme : (1)  Jumlah term dalam silogisme tidak boleh  lebih dari tiga, S, M, P ; (2) Term tengah (M) tidak boleh terdapat dalam konklusi ; (3) Term tengah (M) setidaknya satu kali harus berdistribusi ; (4)  Jika semua proposisi dalam premis adalah proposisi afirmative (A, I) maka konklusi-nya afirmative ‘ (5) Proposisi dalam premis tidak boleh keduanya particular (I, O), salah satu harus universal (A, E) ; (6)  Proposisi dalam premis tidak boleh keduanya negative (E, O) ; (7) Jika salah satu proposisi negative (E atau O) maka konklusi-nya harus negative (E atau O)
  7. Relasi silogisme : (1)  Relasi contrary : jika salah satu poposisi benar, maka proposisi yang lain pasti salah. Jjika proposisi A benar, maka  proposisi E pasti salah. Jika proposisi E benar, maka proposisi A pasti salah ; (2) Relasi sub contrary : Hubungan berkebalikan antara proposisi particular (I dan O). Jjika proposisi I benar, maka proposisi O dapat salah. Jika proposisi O benar, maka proposisi I dapat salah. Proposisi I dan O keduanya dapat sama-sama benar atau sama-sama salah ; (3) Relasi sub alternan : Kebenaran proposisi pertama menjamin kebenaran proposisi kedua, tapi kebenaran proposisi kedua tidak menjamin kebenaran proposisi pertama. Kebenaran A menjamin kebenaran I, namun tidak sebaliknya. Kebenaran E menjamin kebenaran O, namun tidak sebaliknya ; (4) Relasi contra dictory : Dua proposisi yang bertentangan, keduanya tidak dapat sama-sama benar atau sama-sama salah, yakni : Jika proposisi A benar, maka proposisi I dan O pasti salah. Jika proposisi E benar, maka  proposisi O dan I pasti salah

 

Posted by | Categories: Filsafat Ilmu dan Logika |

Share with others

No Responses so far | Have Your Say!

Leave a Feedback

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*