Materi 8 – Logika

Sep 25, 2012

Materi 8 ESA160 Filsafat Ilmu dan Logika

Oleh : Dr. Aminuddin, dkk

Bahan presentasi dapat didownload di sini : ESA160 – 08 – Logika

Bahan bacaan :

  1. Logika adalah ilmu pengetahuan tentang cara mencapai kesimpulan secara lurus setelah didahului dengan seperangkat premis
  2. Premis atau  antesedens  berasal dari kata premissus/praemittere, artinya sebelum mengirim. Premis adalah pernyataan  atau proposisi yang dijadikan sebagai dasar penyimpulan
  3. Premis dinamai sesuai term yang dikandungnya, Premis mayor mengandung term predikat dan berupa kelas. Premis minor mengandung term subyek dan berupa anggota kelas. Konklusi diturunkan dari premis mayor dengan bantuan premis minor dan tidak mengandung term tengah (term M)
  4. Syarat logika ke-1 : Susunan premis harus tepat. Premis mayor : mengandung P dan kelas (M). Premis minor : mengandung S dan anggota kelas (M). Konklusi : mengandung S dan P namun tidak mengandung M
  5. Contoh susunan premis yang tepat : Premis mayor : Semua mahasiswa teladan (M) adalah mahasiswa yang berprestasi (P). Premis minor : Willy (S) adalah mahasiswa teladan (M). Konklusi : Willy (S) adalah mahasiswa yang berprestasi (P)
  6. Contoh susunan premis yang tidak tepat : Premis  mayor : Lelly  (S) adalah mahasiswa  teladan (M). Premis minor : Willy (S) adalah mahasiswa teladan (M). Konklusi : Willy adalah Lelly (?)
  7. Logika adalah metoda atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Penalaran adalah proses mencari proposisi baru berdasarkan proposisi yang sudah ada dan dianggap benar
  8. Proposisi, proposition atau statement adalah pernyataan yang merupakan rangkaian pengertian. Proposisi terdiri dari proposisi universal dan proposisi particular. 
  9. Proposisi universal mencakup kelas terdiri dari proposisi afirmative universal dan proposisi negative universal. Proposisi particular mencakup anggota kelas afirmative particular dan proposisi negative particular
  10. Proposisi afirmative universal disebut  proposisi A (dari kata Affirmo) polanya :  Semua . . . adalah . . . contoh :  Semua manusia adalah makhluk hidup
  11. Proposisi negative universal disebut proposisi E (dari kata Nego)  polanya :  Semua . . .  adalah bukan . . .  contoh : Semua manusia adalah bukan mesin
  12. Proposisi afirmative particular disebut  proposisi I (dari kata Affirmo)  polanya :  . . . adalah . . . contoh : Adimulyo adalah laki-laki
  13. Proposisi negative particular disebut proposisi O (dari kata Nego)  polanya :   . . .  adalah bukan . . . contoh :  Adimulyo adalah bukan perempuan
  14. Syarat logika ke-2 : Proposisi harus tetap. Ada 3 kombinasi, yakni : (a) Proposisi 1 Umum (Universal, A / E). Proposisi 2  Khusus (Particular, I / O) dan Proposisi 3  Khusus (Particular, I / O). (b) Proposisi 1 Khusus (Particular, I / O) Proposisi 2  Umum (Universal, A / E) dan Proposisi 3  Khusus (Particular, I / O).  (c) Proposisi 1 Umum (Universal, A / E), Proposisi 2 Umum (Universal, A / E) dan Proposisi 3 Umum (Universal, A / E)
  15. Contoh struktur proposisi yang tetap : Semua batu adalah benda mati (A),  kerikil adalah batu (I), maka kerikil adalah benda mati (I). Manusia adalah makhluh hidup,   semua makhluk hidup mempunyai nyawa (A), maka manusia mempunyai nyawa (I). Semua manusia adalah ciptaan Tuhan (A), semua mahasiswa adalah manusia (A), maka semua mahasiswa adalah ciptaan Tuhan (A)
  16.  Contoh struktur proposisi yang tidak tetap :  Yamaha adalah sepeda motor (I), Honda adalah sepeda motor (I), maka  Honda adalah adalah Yamaha ?
  17.  Syarat logika ke-3 : Kesimpulan dibuat dari proposisi yang benar. Proposisi yang berasal dari fakta yang kebenarannya dapat diuji secara empirik dengan observasi indera disebut proposisi dasar (basic statement), sedangkan proposisi yang tidak perlu dicocokkan dengan observasi indera namun kebenaran atau kesalahannya langsung terbukti disebut proposisi mutlak (necessary statement)
  18. Proposisi yang benar dapat ditentukan berdaarkan teori kebenaran yang terdiri dari : (a) Teori koherensi yang menyebutkan bahwa proposisi dikatakan benar jika proposisi tersebut konsisten dengan proposisi sebelumnya, (b) Teori korespondensi yang menyebutkan bahwa proposisi dikatakan benar jika proposisi tersebut berhubungan dengan obyeknya dan (c) Teori pragmatis yang menyebutkan bahwa proposisi dikatakan benar jika fungsional dalam kehidupan praktis,  ada perspektif waktu, jika ada hal baru hal lama ditinggalkan dan tidak berlaku lagi
Posted by | Categories: Filsafat Ilmu dan Logika |

Share with others

No Responses so far | Have Your Say!

Leave a Feedback

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*